INTEGRASI MODUL DENGAN TEMPAT

Letak Wikasatrian di Gadog dengan luas 10 ha dan ketinggian 550 mdpl dengan menopang vegetasi – vegetasi langka membuat Wikasatrian menjadi tempat interaksi pembelajaran yang unik dan menghasilkan rasa pembelajaran yang berbeda.

Giri Wijaya dirancang dengan banyak memperhatikan berbagai aspek simbol keindonesiaan, baik dari luar maupun di dalam gedung. Dari luar, bila kita lihat dari sisi barat, Giri Wijaya tampak seperti gunung. Hal ini merepresentasikan citra Indonesia sebagai kawasan yang dikelilingi oleh Cincin Api atau ring of fire. Kondisi geografis Indonesia juga memiliki banyak gunung api yang di satu sisi menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana letusan gunung api, gempa dan tsunami, namun di sisi lain juga menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang subur dan kaya secara hayati.

Bila dilihat dari atas, bentuk gedung Giri Wijaya tampak seperti bentuk raga Semar. Bentuk raga Semar bisa dikatakan amorf, alias tidak jelas bentuknya. Dalam bangunan tersebut tidak ada satu pun sudut yang sama. Amorf (tidak berbentuk) merepresentasikan fleksibilitas seorang pemimpin dalam menghadapi perubahan dan kondisi apa pun. Sementara sosok Semar dipilih karena merepresentasikan seorang pamong. Dalam pembelajaran saat ini metode yang lebih dikenal adalah metode coaching, bukan teaching. Semar adalah simbol dari coaching karena sosoknya yang arif bijaksana serta tidak menggurui, namun ia dihormati oleh kawan-kawannya sebagai seorang pamong.